Analisis
SWOT Pada LikendIn
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Manajemen
Sumber Daya Manusia
Dosen
Pengajar :
Charisma
Ayu Pramuditha, M.HRM

DISUSUN
OLEH :
Kristiani (2012200021)
Manajemen
Sumber Daya Manusia
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
SEKOLAH
TINGGI ILMU EKONOMI
MULTIDATA PALEMBANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring berkembangnya
teknologi informasi, maka berkembangnyalah sistem lowongan kerja online dimana
setiap orang dengan mudah dapat memasukan daftar riwayat hidup mereka tanpa
harus mencetak dan mengirimkan lamaran mereka ke perusahaan yang dituju. Tetapi
dengan teknologi yang berkembang pesat, mereka hanya mengetik dan mengirimkan
surat lamaran mereka melalui situs web site resmi dari perusahaan tersebut atau
dengan membuka dan bergabung dengan situs web site lowongan kerja terpecaya,
mereka dapat memasukan lamaran kerja mereka ke lowongan kerja tersebut, maka
mereka akan mendapatkan informasi tentang pekerjaan dari berbagai perusahaan
yang sedang membutuhkan tanpa harus mondar-mandir, keliling ke sana kemari demi
mendapatkan informasi pekerjaan yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan dan
bahkan perusahaan yang telah terdaftar pada situs lowongan kerja resmi yang
akan mencari dan menghubungi merka.
Dalam situs
lowongan kerja terdapat berbagai macam situs lowongan kerja, salah satunya
adalah situs lowongan kerja linkedIn.com. Untuk lebih lanjut akan di bahas dalam bab-bab berikut.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan
likendIn.com?
2. Bagaimana sejarah likendIn.com?
3. Bagaimana analisis SWOT pada
likendIn.com?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan likendIn.com
2.
Untuk mengetahui sejarah likendIn.com
3.
Untuk mengetahui analisis SWOT pada likendIn.com
1.4 Manfaat
1.
Dapat mengetahui perkembangan teknologi informasi
tertama pada lowongan pekerjaan.
2.
Dapat mengetahui analisis SWOT pada likendIn.com.
3.
Dapat berbagi informasi dalam dunia bisnis.
1.5 Sejarah LikendIn
1.5.1 Profil
LikendIn
LinkedIn
adalah situs web jaringan sosial yang sangat cepat perkembangannya, situs yang
berorientasi bisnis ini, terutama digunakan untuk oleh jaringan profesional.
Situs ini awalnya didirikan oleh Reid Hoffman pada tahun 2002, dan
secara resmi diluncurkan pada 5 Mei 2003.
1.5.2 Pengguna
Situs LinkedIn
Pada tahun 2006,
LinkedIn sudah dikenal oleh 20 juta orang. Sampai September 2007 situs ini
memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih
dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya. Dan Juni 2013,
LinkedIn melaporkan situs mereka telah memili akun pengguna lebih dari
259.000.000 yang tersebar di 200 negara.
Pada situs
Linkedin ini tersedia dalam 20 bahasa, termasuk Inggris, Perancis, Jerman,
Italia, Portugis, Spanyol, Belanda, Swedia, Denmark, Rumania, Rusia, Turki,
Jepang, Ceko, Polandia, Korea, Indonesia, Melayu, dan Tagalog.
1.5.3 Pimpinan
Perusahaan
Pemimpin Perusahaan Yang Mengatur Linkedin
ialah Jeff Weiner. Jeff Weiner adalah CEO, dan tim manajemen perusahaan
terdiri dari eksekutif berpengalaman dari perusahaan seperti Yahoo!, Google,
Microsoft, TiVo, PayPal, dan Electronic Arts. Dan kantornya berlokasi di
Mountain View, California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia
Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. LinkedIn
mulai meraih keuntungan sejak Maret 2006.
LinkedIn mengajukan penawaran umum
perdana pada bulan Januari 2011 dan diperdagangkan saham pertamanya pada
tanggal 19 Mei 2011, di bawah simbol NYSE "LNKD ". LinkedIn adalah
salah satu perusahaan publik dan memiliki model bisnis yang terdiversifikasi
dengan pendapatan yang berasal dari langganan anggota, penjualan iklan, dan
solusi bakat.
1.6 Fitur – Fitur LinkedIn
kebanyakan pengguna hanya menggunakan fitur utama
LinkedIn, seperti CV online dan jejaring perusahaan atau karyawan. Sebenarnya,
LinkedIn masih memiliki banyak fitur lainnya yang bermanfaat. Adapun
fitur-fitur LinkedIn sebagai berikut :
1. Portofolio
Profil
Beberapa bulan yang lalu, LinkedIn meluncurkan fitur
portfolio yang dapat ditambahkan bagian ringkasan, pengalaman atau pendidikan
di profil pengguna. Fitur ini sangat berguna untuk pengguna yang berprofesi
sebagai pekerja seni atau yang mereka berhubungan dengan dunia visual, seperti
desainer grafis, ilustrator, sutradara, arsitek dan fotografer. Pengguna hanya
perlu memasang taut ke situs/blog/video yang berisi karyanya dan LinkedIn akan
otomatis mengolahnya untuk ditampilkan di profil pengguna.
2. LinkedIn
Pulse
LinkedIn Pulse adalah halaman berisi berbagai berita
yang ditulis oleh para pengguna LinkedIn lainnya. Dengan topik yang luas dan
variatif, pengguna dapat melihat berita yang direkomendasikan LinkedIn pada
bagian “Your News”, membaca post yang populer dari tokoh yang sukses di
bidangnya pada bagian “Top Post” dan juga mencari topik lainnya di bagian
“Discover”. Selain mendapatkan manfaat dari isi topik yang ditulis, pengguna
dapat berinteraksi langsung dengan para penulisnya untuk memperluas jaringan.
3. LinkedIn
Education
Fitur terbaru LinkedIn ini memampukan pengguna untuk
mem-follow halaman universitas seperti halnya halaman perusahaan. Dengan
begitu, pengguna dapat mengidentifikasi para alumni atau berita terbaru dari
universitas mereka. Para perekrut juga dapat langsung memilih calon karyawan
lulusan universitas yang mereka inginkan.
4. Database
Kontak
LinkedIn menawarkan kemungkinkan untuk sinkronisasi
daftar kontak dengan platform lainnya, seperti Gmail. Jika pengguna
mengaktifkan fitur tersebut, ia dapat melihat dengan siapa saja interaksi yang
terjadi baik dari LinkedIn maupun platform lain tersebut. Informasi dari profil
kontak juga ditampilkan oleh LinkedIn. Untuk menggunakan fitur ini, klik ikon
berbentuk roda di sebelah kanan atas halaman “Connections” lalu pilih platform
email yang ingin disinkronisasikan.
5. Tag
Kontak
Pengguna dapat
memberikan tag pada setiap kontak untuk memberikan kategori agar dapat
memudahkan pencarian. Beberapa nama tag yang populer untuk digunakan antara
lain “kolega”, “bos”, “teman kuliah” atau “teman sekolah”. Selain kategori
berdasarkan jabatan, jenis tag yang juga umum digunakan adalah tag berdasarkan
jenis industri, seperti “marketing”, “desain” atau “hukum”. Untuk menggunakan
fitur tag, letakkan kursor di atas nama pengguna di halaman kontak lalu klik
“Tag”.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT
merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau
organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usha penyusunan suatu
rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut.
Baik tujuan tersebut untuk tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Selain
itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi
dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah
perusahaan atau organisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai
factor yang di jadikan masukan. Dan kemudian masukan tersebut dikelompokkan
sesuai dengan kontribusinya masing-masing.
Satu hal yang
perlu diperhatikan bagi pengguna analisis ini, bahwa analisis SWOT semata-mata
hanya digunakan sebagai suatu analisa saja yang ditunjukkan untuk menggambarkan
situasi yang sedang dihadapi oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Analisis
SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari permasalahan
yang sedang dihadapi.
SWOT “Merupakan
metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek
bisnis/perusahaan atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang
membentuk akronim SWOT (strengths,
weaknesses, opportunities, and threats)”.
2.2 Definisi Analisis SWOT
SWOT merupakan
singkatan dari strengths, weaknesses,
opportunities, and threats. Yang artinya kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman
(threats). Analisis SWOT terbagi
menjadi 4 bagian, yakni:
1.
kekuatan (strengths)
Yakni, situasi ataupun kondisi yang
merupakan gambaran kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat
ini. Yang harus dilakukan dalam menggunakan analisis ini adalah setiap
perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki,
kemudian dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya. Misalkan jika kekuatan
perusahaan tersebut unggul di dalam kualitasnya, maka keunggulan itu dapat di
manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat kualitas yang
lebih baik.
2.
kelemahan (weaknesses)
Yakni, cara untuk menganalisis
kelemahan yang ada dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang mana
kelemahan tersebut dapat menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu
perusahaan atau organisasi. Misalkan jika perusahaan tersebut terdapat kendala
dalam pemasaran yang kurang baik, maka perusahaan harus meneliti
kekurangan-kekurangan yang dimiliki yang berhubungan dengan sector pemasaran.
Agar nantinya permasalahan tersebut tidak membuat perusahaan menjadi kalah
saing dan mundur di bandingkan dengan perusahaan lainnya.
3.
peluang (opportunities)
Yakni, gambaran peluang yang ada dari
sisi luar suatu organisasi atau perusahaan dan gambaran tersebut dapat
memberikan peluang berkembangnya suatu organisasi atau perusahaan di masa
depan. Peluang merupakan analisis yang digunakan
untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan
ataupun organisasi bisa berkembang. Baik dimasa kini ataupun di masa yang akan
dating. Misalnya sebuah perusahaan industri minuman berada di daerah yang
panas. Yang mana daerah tersebut sangat membutuhkan minuman segar dengan harga
yang terjangkau. Maka perusahaan tersebut memilki peluang untuk menciptakan
produk minuman yang segar dan harganya terjangkau.
4.
ancaman (threats)
Yakni, situasi atau kondisi yang
merupakan gambaran ancaman dari suatu perusahaan atau organisasi dalam
menjalankan suatu usaha. Ancaman merupakan cara menganalisis tantangan atau
ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi dalam
menghadapi bebagai macam factor lingkungan yang tidak menguntungkan. Yang mana
ancaman tersebut dapat menyebabkan kemunduran suatu perusahaan. Jika tidak
segera di atasi, maka ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha
yang akan dijalankan. Misalnya sebuah organisasi kelompok pengrajin rotan di
daerah perdesaan, dengan kondisi lingkungan yang semakin moderan serta
banyaknya kebakaran hutan yang terjadi membuat mereka semakin sulit untuk
memperoleh bahan baku, maka organisasi tersebut dapat menganalisis hal-hal apa
yang menyebabkan tantangan atau ancaman tersebut terjadi.
2.3 Manfaat Analisis SWOT
Metode analisis SWOT
merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang
berbeda, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu
mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan,
selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats)
yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru.
Dengan saling
berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini memberikan
kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan. Untuk menyempurnakan
atau melengkapi pemahaman tentang analisis SWOT, maka saya akan memberikan
bagaimana contoh analisis SWOT suatu perusahaan.
2.4
Kegunaan Analisis SWOT
Secara
umum, analisis SWOT dipakai untuk:
1. Menganalisis kondisi diri dan
lingkungan pribadi
2. Menganalisis kondisi internal
lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3. Menganalisis kondisi internal
perusahaan dan lingkungan eksternal Perusahaan
4. Mengetahui sejauh mana diri
kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah
lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6. Mengetahui kemampuan sebuah
perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya.
2.5
Hubungan antara Strength, Weaknesses,
Opportunities, dan Treaths dalam
Analisis SWOT
Sebuah lembaga pendidikan akan mampu
mencapai tujuan yang telah ditetapkan ketika kekuatan lembaga pendidikan
melebihi kelemahan yang dimiliki. Oleh karena itu lembaga pendidikan harus mampu
memperdayakan potensi yag dimiliki secara maksimal, mengurangi resiko yang
terjadi. Jadi, tercapai atau tidaknya tujuan lembaga pendidikan yang telah
ditetapkan merupakan tanggung jawab lingkungan manajemen lembaga pendidikan.
Jika analisis SWOT dilakukan dengan tepat, maka upaya untuk memilih dan
menentukan strategi yang efektif akan membuahkan hasil yang diinginkan.
Analisis SWOT dalam program sekolah
dapat dilakukan dengan melakukan matrik SWOT, matrik ini terdiri dari sel-sel
daftar kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam penyelenggaraan program
sekolah, untuk memperoleh mutu sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan
kekuatan dan memanfaatkan peluang), strategi WO (memperbaiki kelemahan dan
mengambil manfaat dari peluang), strategi ST (menggunakan kekuatan dan
menghindari ancaman), strategi WT (mengatasi kelemahan dan menghindari
ancaman).
Menurut Afhie, 2012 dalam hubungan
antara Strength, Weaknesses,
Opportunities, dan Treaths dalam
analisis SWOT dapat digambarkan melalui bagan berikut ini:
Tabel
2.1
Hubungan
Antar SWOT
|
HUBUNGAN
|
S (KEKUATAN)
|
W (KELEMAHAN)
|
|
O (PELUANG)
|
Sebuah lembaga pendidikan harus
dapat menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dan sebaliknya
memanfaatkan peluang dan menjadikannya sebagai sebuah kekuatan (Strength).
|
Peluang digunakan untuk menekan
berbagai macam kelemahan-kelamahan yang ada atau dengan kata lain
menghilangkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang
|
|
T (ANCAMAN)
|
Menggunakan kekuatan untuk
menghindari ancaman.
|
Suatu lembaga pendidikan,
sebelum datangnya sebuah ancaman lembaga pendidikan tersebut harus bisa
menutupi kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya dengan kekuatan dan
peluang.
|
Sedangkan menurut Said, 2013 dalam menggambarkan
hubungan antara Strength, Weaknesses,
Opportunities, dan Treaths dalam
analisis SWOT adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan
dan Kelemahan.
Kekuatan adalah faktor
internal yang ada di dalam
institusi yang bisa digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan. Suatu kekuatan (strenghth) atau distinctive
competence hanya akan menjadi competitive advantage bagi suatu
institusi apabila kekuatan tersebut terkait dengan
lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa mempengaruhi lingkungan di
sekitarnya. Jika pada institusi lain juga terdapat
kekuatan yang memiliki core competence
yang sama, maka kekuatan harus
diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi
tersebut dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak semua kekuatan yang
dimiliki institusi harus dipaksa untuk dikembangkan
karena ada kalanya kekuatan itu tidak terlalu penting jika dilihat dari lingkungan yang lebih luas.
Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan. Sehingga sama dengan
kekuatan, tidak semua kelemahan dari
institusi harus dipaksa untuk diperbaiki terutama untuk hal-hal yang tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.
2. Peluang
dan Ancaman.
Peluang adalah faktor yang
didapatkan dengan membandingkan analisis internal yang dilakukan di suatu
institusi (strenghth dan weakness) dengan analisis internal dari
kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan, peluang juga harus diranking
berdasarkan success probbility,
sehingga tidak semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi
institusi.
Peluang dapat dikategorikan dalam
tiga tingkatan yaitu:
a. Low, jika
memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang pencapaiannya juga
kecil.
b. Moderate,
jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun peluang pencapaian kecil
atau sebaliknya.
c. Best,
jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang tercapaianya
besar.
Sedangkan, ancaman adalah segala
sesuatu yang terjadi akibat trend
perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman juga bisa
dilihat dari tingkat keparahan pengaruhnya (seriousness) dan kemungkinan terjadinya (probability of occurance). Sehingga ancaman tersebut dapat
dikategorikan sebagai berikut:
a. Ancaman
utama (Major Threats) adalah ancaman
yang kemungkinan terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama
ini, diperlukan beberapa planning
yang harus dilakukan institusi untuk mengantisipasi.
b. Ancaman
tidak utama (Minor Threats) adalah
ancaman yang dampaknya kecil dan kemungkinan terjadinya kecil
c. Ancaman
moderate (Moderate Threats) berupa
kombinasi tingkat keparahan yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan
sebaliknya.
Dari hal tersebut dapat disimpulkan beberapa kategori
situasi institusi dilihat dari keterkaitan antara peluang dan ancamannya, yaitu
sebagai berikut:
a. Suatu institusi dikatakan unggul jika memiliki major opportunity yang besar dan major threats yang kecil.
b. Suatu institusi dikatakan spekulatif jika memiliki high opportunity dan threats pada saat yang sama.
c. Suatu institusi dikatakan mature
jika memiliki low opportunity dan low threat.
d.
Suatu institusi dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan high threats.
Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisis
SWOT. Yang paling utama adalah membawa berbagai macam pandangan/perspektif
bersama-sama sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari
hubungan tersebut.
2.6 Analisis SWOT pada LinkedIn
1. Strength (Kekuatan)
1. Mendukung
untuk mempromosikan suatu produk, mencari pekerjaan, dan mencari rekan kerja.
2.
Mudah digunakan, termasuk bagi pemula, karena terdapat
fasilitas tutorial dan help center dengan langkah – langkah yang jelas.
3.
Mudah mencari teman atau rekan sebidangnya,
karena memiliki fasilitas grup.
4.
Tampilan yang menarik.
2. Weaknesses (Kelemahan)
1. Hanya
cocok untuk kalangan yang senang berbisnis. Tidak seperti facebook yang bisa
digunakan untuk kepentingan semua kalangan. Sekitar 23% pengguna LinkedIn
berusia 35 sampai 44 tahun dan 21% di bawahnya adalah berusia 45 sampai 54
tahun. Orang-orang berusia 25 sampai 34 tahun menduduki tingkat ketiga dengan
perolehan sebanyak 20%. Sedangkan 35% lainnya, terbagi-bagi antara pengguna
berusia 18 sampai 24, 55 sampai 64, dan di atas 65 tahun.
2.
Sulitnya untuk menciptakan koneksi ke pengguna
lain, harus adanya konfirmasi email dari orang yang dituju. Tidak seperti
facebook hanya dengan “persetujuan teman”.
3. Opportunities (Peluang)
1. Peluang mencari pekerjaan lebih besar
2. Peluang mendapatkan pekerjaan lebih baik
3. Dapat berbagi informasi sesama teman di dalam
LinkedIn tersebut
4. Treaths (Ancaman)
1. Pengguna LinkedIn dapat beralih ke situs lowongan
kerja yang lain
2. Banyaknya pesaing yang menyediakan sistus layanan
pekerjaan yang lebih mudah, dan menarik
3. Keterbatasannya pengguna yang menggunakan LinkedIn
BAB III
PENUTUP
33.1 Kesimpulan
LinkedIn adalah situs layanan yang berorientasi bisnis,
terutama digunakan untuk oleh jaringan profesional. Dimana LinkedIn mendukung untuk mempromosikan
suatu produk, mencari pekerjaan, dan mencari rekan kerja. LinkedIn juga
merupakan salah satu perusahaan publik dan memiliki model bisnis yang
terdiversifikasi dengan pendapatan yang berasal dari langganan anggota,
penjualan iklan, dan solusi bakat.
33.2 Saran
1.
Agar lebih diperluas lagi untuk setiap kalangan
pengguna LinkedIn.
2.
Mempermudahkannya untuk menciptakan koneksi ke pengguna
lain, tidak harus adanya konfirmasi email dari orang yang dituju.
3.
Memperluas jaringan, agar tidak hanya untuk kalangan
bisnis yang terdapat pada LinkedIn.
DAFTAR PUSTAKA
https://farizankazhimi.wordpress.com/2013/04/24/linkedin/
Lampiran Data Pribadi Pada LinkedIn
Halaman1
Kristiani titin
student organization nature lovers at organization mapala mdp
kristiani94@rocketmail.com
Ringkasan
My name is kristiani
I commonly called kristin, titin
My hobbies are reading comics, novels, folklore.
listening to pop music, classical.
adventure.
doing things that are fun.
I do not like it if I am disturbed atmosphere that can make me upset.
I do not like anyone talking about me from behind.
I do not like kehobongan, and people who love to exploit others.
and a lot of things I did not like, and there are many things I love.
Pengalaman
student organization nature lovers di organization mapala mdp
September 2012 - Present (4 years 2 months)
I've served as secretary and treasurer.
Sertifikasi
ten-finger typing certificate in one country smk and organizational certificate Mapala mdp
of Mapala mdp and from high school number one February 2007
Pendidikan
STMIK MDP
Bachelor’s Degree, management, 2012 - 2016
Nilai: financial management
Aktivitas dan Kegiatan Sosial: be organized
Minat
Management training, investing.
Halaman2
Organisasi
Mapala MDP
general Secretary Mapala MDP
September 2013 to Present
archive mail - correspondence, create a letter, make a proposal, preparing incoming and outgoing mail.
Mapala MDP
general Treasurer
September 2014 to Present
calculating cash income and disbursements, account for what is excluded and what is gained on the
organization's cash, account for the estimation of the activities carried out, collecting cash from each member
organization.
red Cross teen
general Secretary PMR
August 2007 to Present
archive mail - correspondence, create a letter, make a proposal, preparing incoming and outgoing mail.
Pengalaman Sukarela
member di Walhi, South Sumatra
August 2013 - Present
how to search and find the victims, how to rescue the victims, how to give first aid to the victim, how to calm
the victim in a state of disaster, how to care for victims, how to persuade the victim to get away from the
disaster to a safe place, develop a plan to forward both for victims and for the rescuers and others.
Kursus
Independent Coursework
ten-finger typing courses
Keahlian dan Keterampilan
typing ten fingers to operate a computer, archive
documents, and other.
Bahasa
English
Bahasa Indonesia
Halaman3
Kristiani titin
student organization nature lovers at organization mapala mdp
kristiani94@rocketmail.com
Hubungi Kristiani di LinkedIn
Kristiani titin
student organization nature lovers at organization mapala mdp
kristiani94@rocketmail.com
Ringkasan
My name is kristiani
I commonly called kristin, titin
My hobbies are reading comics, novels, folklore.
listening to pop music, classical.
adventure.
doing things that are fun.
I do not like it if I am disturbed atmosphere that can make me upset.
I do not like anyone talking about me from behind.
I do not like kehobongan, and people who love to exploit others.
and a lot of things I did not like, and there are many things I love.
Pengalaman
student organization nature lovers di organization mapala mdp
September 2012 - Present (4 years 2 months)
I've served as secretary and treasurer.
Sertifikasi
ten-finger typing certificate in one country smk and organizational certificate Mapala mdp
of Mapala mdp and from high school number one February 2007
Pendidikan
STMIK MDP
Bachelor’s Degree, management, 2012 - 2016
Nilai: financial management
Aktivitas dan Kegiatan Sosial: be organized
Minat
Management training, investing.
Halaman2
Organisasi
Mapala MDP
general Secretary Mapala MDP
September 2013 to Present
archive mail - correspondence, create a letter, make a proposal, preparing incoming and outgoing mail.
Mapala MDP
general Treasurer
September 2014 to Present
calculating cash income and disbursements, account for what is excluded and what is gained on the
organization's cash, account for the estimation of the activities carried out, collecting cash from each member
organization.
red Cross teen
general Secretary PMR
August 2007 to Present
archive mail - correspondence, create a letter, make a proposal, preparing incoming and outgoing mail.
Pengalaman Sukarela
member di Walhi, South Sumatra
August 2013 - Present
how to search and find the victims, how to rescue the victims, how to give first aid to the victim, how to calm
the victim in a state of disaster, how to care for victims, how to persuade the victim to get away from the
disaster to a safe place, develop a plan to forward both for victims and for the rescuers and others.
Kursus
Independent Coursework
ten-finger typing courses
Keahlian dan Keterampilan
typing ten fingers to operate a computer, archive
documents, and other.
Bahasa
English
Bahasa Indonesia
Halaman3
Kristiani titin
student organization nature lovers at organization mapala mdp
kristiani94@rocketmail.com
Hubungi Kristiani di LinkedIn
Berikut salah satu contoh CV bagi calon pelamar kerja :
Daftar Riwayat Hidup
DATA PRIBADI
Nama : Kristiani
Tempat, Tanggal Lahir : Muara Enim, 02 Januari 1994
Alamat : Jln Kebun Karet No.1272 Rt.18 Rw.05 30126 Palembang
Alamat Email : kristinittkristiani@gmail.com
Telepon /Handphone : 087898373232
Nama : Kristiani
Tempat, Tanggal Lahir : Muara Enim, 02 Januari 1994
Alamat : Jln Kebun Karet No.1272 Rt.18 Rw.05 30126 Palembang
Alamat Email : kristinittkristiani@gmail.com
Telepon /Handphone : 087898373232
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Kesehatan : Baik Sekali
Kewarganegaraan : Indonesia
DATA PENDIDIKAN
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Kesehatan : Baik Sekali
Kewarganegaraan : Indonesia
DATA PENDIDIKAN
SD :
SD Negeri 18 Muara Enim, 2000 – 2006
SMP : SMP Negeri 1 Muara Enim, 2006 – 2009
SMA : SMK Negeri 1 Muara Enim, 2009 – 2012
Perguruan Tinggi : STMIK GI MDP, 2012 - 2017
Fakultas / Jurusan : Manajemen S1
Konsentrasi : Manajemen Keuangan
SMP : SMP Negeri 1 Muara Enim, 2006 – 2009
SMA : SMK Negeri 1 Muara Enim, 2009 – 2012
Perguruan Tinggi : STMIK GI MDP, 2012 - 2017
Fakultas / Jurusan : Manajemen S1
Konsentrasi : Manajemen Keuangan
PENGALAMAN KERJA
1 Agustus 2011 – 22 November 2011 : Magang di Pemda Muara Enim.
1 Agustus 2011 – 22 November 2011 : Magang di Pemda Muara Enim.
10
Oktober - 10 Desember 2014 : Survei
konsumen di Palembang pada Bank Indonesia
Palembang
PENGALAMAN ORGANISASI
2009 – 2010 : Sekretaris Umum Organisasi PMR (Palang Merah Remaja) SMK Negeri 1
2013 – 2014 : Sekretaris Umum MAPALA MDP
2014 – 2015 : Bendahara Umum Mapala MDP
KEMAMPUAN
Mengetik 10 Jari with a cadence or not
Keahlian Administrasi Perkantoran
Mengetik 10 Jari with a cadence or not
Keahlian Administrasi Perkantoran
Mampu mengoprasikan computer
Mampu bekerja sama dalam tim
HOBBY
Mendengarkan Musik (instrument, musik klasik, dan pop)
Membaca (Buku Novel, komik, majalah, koran)
Olahraga (Haking, Bulu Tangkis)
HOBBY
Mendengarkan Musik (instrument, musik klasik, dan pop)
Membaca (Buku Novel, komik, majalah, koran)
Olahraga (Haking, Bulu Tangkis)